Makin Ngetren, Sepeda Lipat Brompton di Berbagai Negara Diborong Indonesia. Bule sampai Heran!

Untuk mengusir kejenuhan selama pandemi, banyak orang yang mencari berbagai hiburan baru. Salah satunya adalah bersepeda. Kegiatan ini bisa menjadi kesempatan jalan-jalan sekaligus olahraga agar sehat. Supaya gowes berjalan lancar, banyak orang yang nggak ragu untuk membeli sepeda baru. Mulai dari sepeda merek lokal yang murah sampai sepeda impor dengan harga puluhan juta rupiah.

Di antara deretan produk impor tersebut, ada sepeda lipat Brompton yang begitu terkenal. Orang-orang berebut untuk memilikinya walaupun harganya sangat mahal. Bahkan sejumlah artis seperti Nikita Mirzani dan Denny Cagur nggak mau ketinggalan. Apa sih yang membuat sepeda Brompton begitu disukai? Yuk simak penjelasan berikut~

Saat ini sepeda lipat Brompton dari berbagai negara diborong orang-orang Indonesia, sampai para bule keheranan. Padahal harganya mahal banget!

Sepeda Brompton kembali menjadi sorotan saat dibahas akun @kismin666oys di Twitter pada Minggu (26/7). Akun ini mengunggah status seorang bule yang keheranan karena sepeda Brompton di berbagai negara diborong orang-orang Indonesia. Bahkan ada yang membeli sepeda Brompton Explore miliknya seharga $4.000 atau sekitar Rp58 juta. Sedangkan sepeda Brompton CHPT3 milik temannya dibeli seharga $6.000 atau sekitar Rp87 juta.

Nggak hanya itu, sang bule diminta mengumpulkan 15 sepeda Brompton untuk dijual ke Indonesia. Berapa pun harganya nggak masalah! Gila sih. Saat ini kebiasaan bersepeda memang sedang marak di Indonesia. Tetapi, kenapa orang-orang merasa belum cukup dengan sepeda lokal yang murah? Mengapa mereka harus membeli sepeda merek Brompton yang harganya selangit, padahal kondisi finansial sedang rawan selama pandemi?

Ternyata banyak orang menyukai sepeda Brompton karena kualitasnya yang bagus. Sepeda ini juga dianggap ekslusif karena diproduksi dalam jumlah terbatas

Berasal dari Inggris, sepeda Brompton dirakit secara manual atau handmade sehingga kualitasnya lebih terjaga. Itulah yang membuat harganya mahal, apalagi biaya tenaga kerja di Inggris memang tinggi. Tetapi kualitas dan kenyamanannya nggak perlu diragukan lagi. Desainnya yang efisien, ergonomis, dan elegan juga menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi bahannya kuat tetapi gampang dillipat menjadi kecil dalam waktu kurang dari 20 detik. Jadi sepeda ini bisa dibawa bepergian ke mana-mana, bahkan sering dimasukkan dalam transportasi publik di luar negeri.

Saat diimpor ke Indonesia, sepeda Brompton dijual dengan harga belasan hingga puluhan juta rupiah. Harga ini 2-3 kali lipat lebih mahal dibandingkan harga di luar negeri. Sebab ada ongkos kirim, asuransi, bea cukai, dan pajak impor.

Namun, harga tersebut nggak menyurutkan keinginan orang-orang untuk memilikinya. Pasalnya, mereka nggak hanya menganggap sepeda Brompton sebagai alat olahraga maupun transportasi, tetapi juga sebagai pemenuh gengsi. Sepeda ini memang terkesan ekslusif karena diproduksi dalam jumlah terbatas. Nggak heran kalau sepeda Brompton dianggap sebagai simbol status sosial seseorang.

Setelah pandemi, apa yang akan terjadi pada tren sepeda Brompton? Mungkin kepopulerannya akan meredup seperti sepeda fixie yang dulu sempat marak

“https://www.hipwee.com/feature/tren-sepeda-brompton/”